Friday, December 21, 2012

Short Testimony:)


Nama saya Septianingtyas, bisa dipanggil Septi. Saya terlahir dari keluarga yang mempunyai latar belakang agama yang berbeda, ibu saya islam dan bapak saya kong hu cu. Sejak kecil saya tidak tahu tentang Yesus. Bahkan saya tidak ingat waktu kecil saya beragama apa, dan belajar tentang agama siapa. Lingkungan di desa saya kebanyakan beragama Kristen. Saya baru benar-benar mengenal siapa itu Yesus, saat saya bergabung di PPA. Ketika itu saya menyimpan banyak sekali kepahitan terhadap keluargaku. Bapak saya mempunyai cara pengajaran yang keras, ketika saya melakukan kesalahan kecil, tidak segan Bapak akan memukul saya. Bapak melarang saya untuk bermain dan beliau memberikan doktrin bahwa “teman itu tidak penting, yang penting belajar”. Banyak hal yang saya alami waktu kecil, tidak hanya kekerasan fisik tetapi juga pelecehan emosional. Saya selalu mendengar kata-kata yang tidak seharusnya dikeluarkan oleh seorang Bapak kepada anak dan kata-kata itu ditujukan untuk saya. Saya tumbuh dengan kepahitan yang mendalam, apalagi saya mengetahui bahwa sejak dalam kandungan saya tidak diinginkan oleh ibu saya. Sudah 4 kali ibu saya mencoba untuk menggugurkan saya, ternyata tidak berhasil. Berulangkali saya bertanya sama Tuhan, kenapa saya harus lahir jika dengan keadaan seperti ini. PPA menolong saya untuk lebih kenal dekat lagi dengan Tuhan Yesus, disana saya diajari bahwa satu-satunya juruselamat dan sahabat yang baik adalah Yesus. Semenjak itu, ketika saya merasa sakit hati dan tidak kuat, saya selalu berbicara sama Yesus.

PPA membantu saya untuk melepas akar kepahitan, namun karena saya belum bisa terbuka dengan orang lain, pelepasan itu tidak bisa berlangsung lama. Saya terus bergumul dengan hal ini, sampai saat Ibu saya mau meninggal. Beberapa hari sebelum beliau meninggal, beliau menceritakan semua kisahnya dan kisah hidup saya sewaktu dikandungan sampai beranjak dewasa. Ya, sebenarnya semua orang tua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, mungkin caranya yang belum bisa saya terima. Bodohnya, ketika ibu saya menceritakan semuanya saya tidak tahu kalau waktu ibu di dunia tinggal sebentar lagi. Titik dimana saya benar-benar melepaskan kepahitan ketika Ibu kembali pada Bapa, terkadang saya menyesal kenapa saya tidak melakukannya sebelum ibu saya pergi. Tetapi saya percaya bahwa Tuhan punya waktu yang terbaik untuk saya. Doa dan ucapan terakhir dari ibu yang akan selalu saya ingat adalah “kamu pasti diterima di LDP, rawat bapakmu dengan baik,bantu sesama dan jangan mengharapkan imbalan, yang terakhir jangan pacaran sebelum kerja”. Saat saya merasa lemah, kata-kata ibu selalu saya ingat sebagai motivasi saya.
Puji Tuhan saya keterima di LDP, perjuangan imanku baru saja dimulai. Dari awal LDP sudah memberikan fasilitas supaya saya melepas segala kepahitan yang saya punyai. Saya meresponi itu dan saya belajar untuk terbuka. LDP adalah keluarga hebat yang saya punyai. Saya merasa semua yang saya dapat adalah anugerah dari Allah, sebenarnya saya tidak layak untuk menerimanya, tetapi Allah telah melayakkan saya. Program-program yang diberikan LDP sungguh memberkati saya, kalau saya boleh bilang LDP Compassion sukses membuat saya untuk keluar dari zona nyaman yang saya tempati. Saya merasakan 3 tahun di LDP ada perubahan yang luar biasa terjadi dalam hidup saya. Awalnya saya yang introvert, tidak percaya diri, merasa malu dengan keadaan saya, gambar diri yang rusak, semuanya dipulihkanNya tahap demi tahap. Perubahan yang saya alami juga dirasakan oleh teman-teman yang ada di sekililing saya. Mereka memberikan tanggapan positif tentang perubahan yang saya alami. Saya bukanlah orang yang pintar, tetapi Allah selalu memberikan kesempatan yang luar biasa pada saya.
Camp wanita bijak sukses menghantarkan saya untuk menyadari bahwa saya adalah mutiara yang ditemukan. Saya mengalami banyak terobosan ketika saya menjalani camp tersebut dengan gelas yang kosong. Saya lebih lagi mengasihi keluarga saya, lebih mengasihi gereja saya, lebih mengasihi orang-orang yang disekitar saya. Dalam perenungan dan doa, Allah menuntun saya untuk membuka kitab dan tertuju pada Matius 28 “Karena itu pergilah dan jadikanlah semua bangsa muridKu dan baptislah mereka dalam nama Bapa, Putra dan Roh Kudus. Dan ketahuilah Aku akan menyertai kamu senantiasa pada akhir zaman.” Di saat itulah, saya merasa terpanggil untuk menyelamatkan jiwa-jiwa untuk diberikan padaNya. Dia menuntun saya untuk mecintai jiwa-jiwa yang terhilang. Saya sempat lari dan menolak hal ini, tetapi ketika saya lari, Dia terus menarik saya untuk kembali. Sebenarnya saya masih ragu, apakah saya bisa melakukannya atau tidak, namun dalam hati ada kata-kata yang kuat yang berkata untuk mempercayai Yesus lebih dari siapapun. Sekarang yang bisa saya lakukan adalah tetap berusaha dan berdoa, apapun panggilan yang diberikan Yesus pada saya, saya belajar untuk menerimanya.

Sunday, December 9, 2012

Hidup di Bumi

1#Semuanya di awali dengan ALLAH
Sebelum anda memikirkan ALLAH,
pertanyaan tentang tujuan hidup tidaklah berarti
(Bertrand Rusell, seorang ateis)

Ini bukan mengenai anda.
Tujuan hidup anda lebih besar dari prestasi, ketenangan pikir bahkan kebahagiaan anda. Lebih besar dari keluarga, karier bahkan ambisi anda.
Banyak buku yang menerbitkan tentang tujuan hidup yang berpusat dengan “diri-sendiri”. Tetapi, memusatkan perhatian pada diri sendiri tidak akan pernah menyingkapkan tujuan hidup kita.
Sebuah ilustrasi tentang “barang”. Akankah suatu barang tahu apa tujuan “barang” itu diciptakan dengan bertanya pada dirinya sendiri?”..tentu tidak akan pernah bisa. Hanya pencipta atau buku panduan pemiliknya yang dapat mengungkap kegunaan barang itu. Begitupun dengan anda, “bukan anda yang menciptakan diri anda, jadi anda sama sekali tidak mengetahui untuk apa anda diciptakan”.
Banyak buku yang menunjukkan cara-cara untuk memenuhi tujuan hidup. Dan buku tersebut bisa digolongkan sebagai buku untuk “menolong diri-sendiri”. Biasanya buku itu menawarkan beberapa langkah yang diprediksikan bisa menemukan tujuan hidup anda, seperti : pertimbangkan impian anda. Tetapkan sasaran. Temukan kelebihan anda. Miliki tujuan yang tinggi. Disiplinkan diri. Yakinkan anda bisa. Jangan pernah menyerah. Tentu rekomendasi seperti itu sangat membantu anda untuk mencapai kesuksesan. Tapi perlu di garis bawahi bahwa “mencapai kesuksesan” sama sekali tidak sama dengan “memenuhi tujuan hidup”. Mencapai kesuksesan adalah sebuah keberhasilan dari hidup, bukan tentang tujuan hidup.
Anda mungkin saja bisa mencapai sasaran-sasaran hidup Anda tetapi tetap tidak mengetahui tujuan hidup anda.
Anda dijadikan oleh ALLAH Dan untuk ALLAH. Dan sebelum anda memahaminya, kehidupan tidak akan pernah bisa dipahami. Ada dua pilihan ketika anda ingin mengetahui tujuan hidup anda. Tentang “spekulasi”. Apakah anda hanya menebak, menduga, berteori menurut hikmat dunia? Yah benar, hanya menebak dan menduga tentang apa tujuan hidup anda.
Yang kedua tentang “penyataan”. Pernyataan dan penyataan adalah sesuatu yang berbeda. Pernyataan hanyalah sebuah opini yang didukung dengan teori, sedangkan penyataan adalah sebuah fakta yang tidak bisa di ganggu gugat. Cara termudah untuk mengetahui tujuan hidup saudara adalah bertanya kepada sang pencipta.. bertanyalah pada ALLAH apa yang menjadi tujuan hidup anda.
Dia tidak pernah meninggalkan anda dalam kegelapan untuk bertanya-tanya dan menebak. Dengan jelas Dia memberikan “buku panduan” agar bisa dibaca dan dipelajari tentang arti tujuan hidup anda.
ALLAH bukan sekedar titik awal dalam kehidupan anda, Dialah sumber kehidupan.
Tanpa ALLAH hidup tak bisa dipahami,
****segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan Untuk Dia.
*The Purpose Driven Life